Hj. Ely Nurlaili, M.Pd.

Hj. Ely Nurlaili, M.Pd.

PENDIDIKAN INKLUSIF MEMBUAHKAN HASIL

Peserta Didik Berkebutuhan Khusus MTsN 2 Bogor Ciptakan Mesin Dinamo Tangan

Bukti Nyata Pendidikan Inklusif

Bogor, 12 Agustus 2025MTsN 2 Bogor kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui salah satu Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) yang berhasil menciptakan Mesin Dinamo Tangan. Karya ini merupakan wujud nyata dari keberhasilan penerapan pendidikan inklusif yang dijalankan madrasah tersebut. 

Mesin Dinamo Tangan hasil kreasi Ibrahim, siswa kelas VII-2, mampu menghasilkan energi listrik sederhana dari putaran tangan, yang kemudian dapat digunakan untuk menyalakan lampu LED kecil atau mengisi daya perangkat berdaya rendah. Ide kreatif ini lahir dari proses pembelajaran berbasis praktik, bimbingan guru, dan dukungan lingkungan belajar yang ramah terhadap keberagaman kemampuan siswa.

Selama ini Ibrahim mendapatkan pendampingan khusus dari Tim BP/BK MTsN 2 Bogor, Dra. Nyai Nurinayatillah, Sri Lestari, S.Pd., dan Helga Dwi Fallovi, S.Sos., kini ia menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya. Dukungan yang diberikan dalam bentuk bimbingan, motivasi, dan ruang berekspresi membuatnya mampu menuangkan ide kreatifnya menjadi bentuk nyata.

Menurut Ibu Nyai Nurinayatillah, layanan pendidikan inklusif bukan sekadar memberikan fasilitas, tetapi juga membangun rasa percaya diri siswa. “Kami ingin setiap anak merasa dihargai dan diberi kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya, apapun latar belakangnya,” ujarnya.

Ibu Sri Lestari menambahkan bahwa keberhasilan Ibrahim adalah bukti nyata dari pembelajaran yang berpusat pada siswa. “Kami hanya memfasilitasi, ide dan semangatnya datang dari Ibrahim sendiri,” tuturnya.

Sementara itu, Ibu Helga Dwi Fallovi menekankan bahwa inovasi seperti ini seharusnya menjadi inspirasi bagi seluruh siswa. “Karya ini membuktikan bahwa kreativitas lahir dari keberanian mencoba,” katanya.

Ibrahim sendiri merasa bangga dengan hasil karyanya. “Awalnya saya cuma penasaran gimana listrik bisa nyala. Lalu saya coba buat mesin dinamo sederhana dari barang bekas. Ternyata bisa nyala, rasanya senang sekali,” ungkapnya sambil tersenyum.

Kepala MTsN 2 Bogor, Hj. Ely Nurlaili, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi tinggi atas pencapaian ini.

“Karya ini membuktikan bahwa setiap anak memiliki potensi unik. Dengan pendampingan yang tepat, kreativitas mereka dapat berkembang tanpa batas. Pendidikan inklusif bukan hanya teori, tetapi nyata memberi ruang bagi setiap siswa untuk berprestasi sesuai kemampuannya,” ungkapnya.

Guru pembimbing PDBK MTsN 2 Bogor menuturkan bahwa proses pembuatan Mesin Dinamo Tangan memerlukan ketekunan dan latihan berulang. Melalui pendekatan yang sabar, komunikatif, dan kolaboratif, peserta didik tersebut mampu merangkai komponen, memahami prinsip kerja dinamo, dan menguji coba hingga berhasil.

Selain menjadi bukti inovasi, karya ini juga menginspirasi peserta didik lainnya bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya. Dukungan seluruh warga madrasah, mulai dari guru, teman sebaya, hingga orang tua, menjadi faktor penting terciptanya lingkungan belajar yang inklusif dan memotivasi.

Dengan pencapaian ini, MTsN 2 Bogor berharap semakin banyak sekolah yang mengimplementasikan pendidikan inklusif secara optimal, sehingga setiap anak — tanpa terkecuali — memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.

MTsN 2 Bogor berkomitmen untuk terus mendorong inovasi, kreativitas, dan pembelajaran berbasis keterampilan, khususnya bagi peserta didik berkebutuhan khusus, agar mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang mandiri dan percaya diri.

Keberhasilan ini menjadi cerminan bahwa ketika sekolah memberikan dukungan, ruang bereksplorasi, dan penghargaan terhadap kemampuan unik siswa, maka kreativitas akan berkembang tanpa batas.


0 Komentar